Jika gerabah baru saja dibeli dan akan digunakan untuk memasak atau menyajikan makanan panas, lakukan langkah berikut:
Perendaman: Rendam gerabah dalam air bersih selama 12–24 jam. Ini bertujuan untuk menutup pori-pori halus agar gerabah tidak merembes dan lebih kuat saat terkena panas.
Pemberian Minyak: Setelah dikeringkan, olesi bagian dalam dan luar dengan minyak goreng, lalu diamkan selama beberapa jam. Ini membantu menciptakan lapisan "anti-lengket" alami.
Perebusan Awal: Rebus air di dalamnya dengan api kecil hingga mendidih sebelum digunakan pertama kali untuk memasak makanan.
Gerabah tidak bisa diperlakukan sama dengan panci logam.
Api Kecil ke Sedang: Selalu gunakan api kecil saat mulai memasak. Perubahan suhu yang drastis (panas mendadak) bisa membuat gerabah retak seketika.
Hindari "Thermal Shock": Jangan meletakkan gerabah panas langsung di atas permukaan dingin (seperti lantai keramik atau marmer). Gunakan alas kayu atau kain. Sebaliknya, jangan memasukkan air es ke dalam gerabah yang masih panas.
Pori-pori gerabah dapat menyerap bahan kimia dari sabun cuci piring.
Gunakan Air Hangat: Cukup gunakan air hangat dan sikat halus atau spons lembut untuk membersihkan sisa makanan.
Gunakan Bahan Alami: Jika ada lemak membandel, gunakan baking soda atau perasan jeruk nipis sebagai pengganti sabun cair kimia.
Jangan Direndam Terlalu Lama: Setelah dicuci, segera keringkan. Merendam gerabah yang kotor terlalu lama akan membuat bau makanan terserap ke dalam tanah liat.
Keringkan Total: Pastikan gerabah benar-benar kering sebelum disimpan di lemari. Jika masih lembap, gerabah sangat mudah ditumbuhi jamur.
Sirkulasi Udara: Simpan dengan posisi tutup terbuka atau beri ganjalan tisu dapur di antaranya agar ada sirkulasi udara.
Jika gerabah berjamur karena lembap:
Gosok bagian berjamur dengan pasta baking soda dan sedikit air.
Bilas hingga bersih.
Rebus air di dalamnya selama beberapa menit untuk memastikan spora jamur mati, lalu keringkan di bawah sinar matahari.
Jika gerabah baru saja dibeli dan akan digunakan untuk memasak atau menyajikan makanan panas, lakukan langkah berikut:
Perendaman: Rendam gerabah dalam air bersih selama 12–24 jam. Ini bertujuan untuk menutup pori-pori halus agar gerabah tidak merembes dan lebih kuat saat terkena panas.
Pemberian Minyak: Setelah dikeringkan, olesi bagian dalam dan luar dengan minyak goreng, lalu diamkan selama beberapa jam. Ini membantu menciptakan lapisan "anti-lengket" alami.
Perebusan Awal: Rebus air di dalamnya dengan api kecil hingga mendidih sebelum digunakan pertama kali untuk memasak makanan.
Gerabah tidak bisa diperlakukan sama dengan panci logam.
Api Kecil ke Sedang: Selalu gunakan api kecil saat mulai memasak. Perubahan suhu yang drastis (panas mendadak) bisa membuat gerabah retak seketika.
Hindari "Thermal Shock": Jangan meletakkan gerabah panas langsung di atas permukaan dingin (seperti lantai keramik atau marmer). Gunakan alas kayu atau kain. Sebaliknya, jangan memasukkan air es ke dalam gerabah yang masih panas.
Pori-pori gerabah dapat menyerap bahan kimia dari sabun cuci piring.
Gunakan Air Hangat: Cukup gunakan air hangat dan sikat halus atau spons lembut untuk membersihkan sisa makanan.
Gunakan Bahan Alami: Jika ada lemak membandel, gunakan baking soda atau perasan jeruk nipis sebagai pengganti sabun cair kimia.
Jangan Direndam Terlalu Lama: Setelah dicuci, segera keringkan. Merendam gerabah yang kotor terlalu lama akan membuat bau makanan terserap ke dalam tanah liat.
Keringkan Total: Pastikan gerabah benar-benar kering sebelum disimpan di lemari. Jika masih lembap, gerabah sangat mudah ditumbuhi jamur.
Sirkulasi Udara: Simpan dengan posisi tutup terbuka atau beri ganjalan tisu dapur di antaranya agar ada sirkulasi udara.
Jika gerabah berjamur karena lembap:
Gosok bagian berjamur dengan pasta baking soda dan sedikit air.
Bilas hingga bersih.
Rebus air di dalamnya selama beberapa menit untuk memastikan spora jamur mati, lalu keringkan di bawah sinar matahari.